4 Februari Asteroid Raksasa Mendekati Bumi: Jika Menabrak Bumi Bisa Kiamat dan Ada Megatsunami

Share:
Asteroid raksasa yang lebih besar dari bangunan tertinggi di dunia, Burj Khalifa, akan meluncur melewati planet kita dalam waktu sekitar dua minggu. Asteroid AJ129 2002 ini digolongkan sebagai asteroid 'berpotensi berbahaya' oleh badan antariksa Amerika Serikat NASA dan akan terbang melewati kecepatan 67.000 mph (107.826km/j). Kecepatan tersebut dikalim 15 kali lebih cepat daripada pesawat berawak tercepat di dunia, X-15 yang memiliki kecepatan hipersonik, yang mampu menempuh jarak 4.520 mph (7.300km/j).

Seperti ini dampaknya jika asteroid itu jatuh di bumi:

Seperti dilansir Daily Mail, asteroid itu memiliki lebar sekitar 1,1 mil atau lebih panjang dari Burj Khalifa di Dubai, yang memiliki tinggu 0,5 mil. Asteroid tersebut diprediksi akan melewati planet Bumi pada tanggal 4 Februari pada jarak yang relatif dekat dengan bumi, yakni sekitar sekitar 2.615.128 mil (4.208.641 km). Sekedar diketahui, jarak antara bumi dan bulan adalah sekitar 238.855 mil (384.400 km).

Menurut NASA, asteroid dikategorikan 'berbahaya' jika mereka berada dalam jarak 4.600.000 mil (7.403.00km) dari planet kita. Asteroid ini juga tercatat sebagai asteroid terbesar yang melewati planet bumi pada tahun ini. Menilik dari penelitian sebelumnya, jika asteroid tersebut menabrak bumi, maka planet yang kita singgahi ini bisa berubah menjadi layaknya zaman es di masa lalu. Untungnya, asteroid tersebut tidak akan menabrak bumi.

Meski demikian, para ilmuwan kini mengembangkan teknologi yang dapat menangkal atau membelokkan asteroid yang mengarah ke bumi. Hal ini merupakan langkah antisipasi terbaik untuk mencegah bencana yang mungkin terjadi di masa depan.

Sementara keterengan NASA yang dilansir  Russia Today menyebutkan, NASA secara kategoris tidak ada ancaman tabrakan dengan Bumi. "Kami telah melacak asteroid ini selama lebih dari 14 tahun dan mengetahui orbitnya dengan sangat akurat," kata Paul Chodas dari Laboratorium Propulsi Jet NASA.

"Perhitungan kami menunjukkan bahwa asteroid 2002 AJ129 tidak memiliki peluang - nol - bertabrakan dengan Bumi pada 4 Februari atau dalam waktu 100 tahun ke depan," imbuhnya.

Ini adalah kabar baik bagi semua penduduk karena jika batu raksasa itu menabrak Bumi akan menyebabkan kerusakan serius dan tahan lama.

Penelitian dari 2016 memperkirakan bahwa serangan semacam itu dapat menyebabkan dampak global yang sangat parah selama beberapa tahun, yang menandai era mini zaman es. "Ini tidak akan menjadi saat yang menyenangkan," kata Charles Bardeen, dari Pusat Penelitian Atmosfer Nasional di Boulder, Colorado, yang memimpin eksperimen pemodelan tersebut.

Namun, pada catatan yang lebih positif, tim tersebut mengatakan sebuah asteroid setidaknya harus 10 kali lebih besar daripada yang ini untuk melenyapkan seluruh planet. Asteroid yang diyakini telah menyebabkan kepunahan dinosaurus 65 juta tahun yang lalu berukuran sekitar 10 km. Asteroid 2002 AJ129 akan melewati Bumi pada tanggal 4 Februari malam dan tidak akan mendekati planet ini lagi sampai tahun 2172. (berbagai sumber)