Header Ads


Soekarno dan Indonesia dalam Rekaman Foto

Ir. Soekarno lahir pada 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta pada 21 Juni 1970 saat berumur 69 tahun. Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945–1966 ini berperan penting dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Selain sebagai Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta), Soekarno adalah orang pertama yang mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Pada akhir jabatannya sebai Presiden Indonesia, Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial. Sudah banyak buku yang mengupas tentang peran penting Soekarno dalam sejarah Indonesia. Tapi kali ini Soekarno akan bicara sendiri dalam bentuk rekaman foto yang dikumpulkan dari berbagai sumber.


Soekarno dan Keluarganya
President Soekarno ontspannen lezend in het Merdeka Paleis te Djakarta (1950) [Kroping dari KITLV]

Fatmawati - echtgenote van president Soekarno - ontspannen lezend in de krant in het Merdeka Paleis te Djakarta (1950) [Kroping dari KITLV]


Soekarno dalam Pergerakan Bangsa
Tweede congres van de Permoefakatan Perhimpoenan-Perhimpoenan Politik Kebangsaän Indonesia (PPPKI) in Soerakarta met gezeten op de eerste rij (7e van links) Soekarno 
(Vermoedelijk 1929/12/25 - 1929/12/27) [Kroping dari KITLV]

Dalam periode 1920-an, berbagai organisasi pergerakan di Indonesia mencoba menghimpun kekuatan.  Salah satunya melalui Permufakatan Partai-partai Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) yang dimulai 1927. Namun upaya ini mendapat ujian berat manakala kekuatan di dalamnya terpecah, sehingga prinsip nasionalisme, kemerdekaan, kesatuan, dan kesamaan (Katrodirdjo, 1990) tidak bisa dipertahankan lagi. Dalam gambar di atas, Soekarno ikut menghadiri pertemuan PPPKI yang diselenggarakan di Solo pada 25-27 Desember 1929.

Vooraanstaande Indonesiërs te Batavia (1944) [Kroping dari KITLV] 
Soekarno dan Mas Mansoer
Ketika Jepang berkuasa di Indonesia, Mas Mansoer termasuk dalam empat orang tokoh nasional yang sangat diperhitungkan. Tokoh cendekian muslim ini cukup terkenal ketika bergabung dalam pergerakan  "Empat Serangkai", yaitu Soekarno, Mohammad Hatta, Ki Hadjar Dewantara, dan Mas Mansoer.

Soekarno dan Taktik Melawan Jepang (1942-1945)
Pada bulan Juli 1942, terjadi pertemuan antara Soekarno dengan Hatta dan Sjahrir. Pertemuan itu berlangsung di Pasar Ikan. Pertemuan itu, kendati disertai perdebatan, menghasilkan keputusan taktik melawan Jepang: legal dan ilegal. Soekarno dan Hatta ditugaskan menjalankan taktik legal, yang pura-pura bekerjasama dengan Jepang, dengan tujuan: mengurangi tekanan militer Jepang terhadap rakyat, gerakan rakyat, menyiapkan kader-kader pemimpin dan administratur untuk kelak Indonesia merdeka, dan tetap membakar semangat massa untuk kemerdekaan. Sedangkan Sjahrir, yang mengaku kurang dikenal, menawarkan diri menjalankan taktik ilegal (Yakni: melakukan perlawanan bawah tanah terhadap fasisme Jepang. Karena sebuah kesepakatan, berarti Sjahrir mengamini taktik legal Soekarno dan Hatta). 

Dalam buku otobiografi "Untuk Negeriku: Menuju Gerbang Kemerdekaan", Bung Hatta mengungkapkan, "Sjahrir menyambungkan kata-kataku dengan mengatakan bahwa Soekarno dan aku barangkali tidak dapat mengelakkan kerjasama itu." Artinya, Sjahrir menyetujui taktik legal [pura-pura kerjasama] Soekarno-Hatta dengan Jepang itu [baca: Rudi Hartono]. Berikut foto-foto Bung Karno ketika menghadapi Jepang.

 Officiële bijeenkomst van Japanse officieren en vooraanstaande Indonesiërs, vermoedelijk te Batavia (1942-1945) [Kroping dari KITLV]

Jonge Indonesiche nationalisten paraderen voor het Japanse militaire bestuur in Batavia (1942-1945) [Kroping dari KITLV]

Soekarno, voorzitter van de Centrale Advies Raad, brengt te Djakarta verslag uit van de besluiten van de eerste zitting van de Raad aan het Japans Militair Bestuur


Pada tahun 1943, Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo mengundang tokoh Indonesia yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ki Bagoes Hadikoesoemo ke Jepang dan diterima langsung oleh Kaisar Hirohito. Bahkan kaisar memberikan Bintang kekaisaran (Ratna Suci) kepada tiga tokoh Indonesia tersebut. Penganugerahan Bintang itu membuat pemerintahan pendudukan Jepang terkejut, karena hal itu berarti bahwa ketiga tokoh Indonesia itu dianggap keluarga Kaisar Jepang sendiri.  

 Sukarno (tengah) saat kunjungan tujuh belas hari ke Jepang bersama dengan Muhammad Hatta (kiri) dan Ki Bagus Hadikoesomo (November 1943)

Soekarno tijdens een bezoek van zeventien dagen aan Japan samen met Mohammed Hatta en Ki Bagoes Hadikoesomo (November 1943) [Kroping dari KITLV]


 Speech van Soekarno tijdens een diner met de Japanners. (1942-1945) [ Moluks Historisch Museum ]


Soekarno dan Kemerdekaan Indonesia


Diplomasi ala Soekarno: 
Foto-foto berikut kutipan dari tulisan  Soekarno, Diplomasi dan Perang  [Rifan Syambodo]

Presiden Sukarno sedang bersalaman dengan Sekjen PBB, Dag Hammarskjold (Foto : 24 Mei 1956).

Dag Hammarskjold, diplomat Swedia, menjabat sebagai SekJen PBB yang kedua. Ia menjabat dari April 1953 sampai kematiannya akibat kecelakaan pesawat pada September 1961.

Presiden Sukarno sedang berbicara dengan Mao Tse Tung (Mao Zedong) (Foto: 24 Nopember 1956).

Mao Zedong (26 Desember 1893 – 9 September 1976) adalah pendiri negara Republik Rakyat Cina pada tahun 1949 dan memimpin negara itu sejak tahun 1949 sampai kematiannya pada tahun 1976. Mao juga sebagai pemimpin Partai Komunis Cina yang memenangkan perang saudara pada tahun 1949 melawan kaum nasionalis Cina, Kuomintang, yang dipimpin oleh Chiang Kai Shek. Kaum nasionalis akhirnya melarikan diri ke Taiwán dan mendirikan negara sendiri.

Presiden Sukarno baru tiba di bandara Washington DC, AS, pada siang hari. Didampingi oleh wakil presiden AS, Richard Nixon, Bung Karno disambut penuh oleh pasukan AS dengan 21 kali tembakan kehormatan. Bung Karno tiba di Washington dalam rangka kunjungan selama 18 hari di AS atas undangan Presiden AS, David Dwight Eisenhower (Foto: 16 Mei 1956).

Richard Milhous Nixon (9 Januari 1913 – 22 April 1994) adalah Wakil Presiden Amerika Serikat ke 36 (1953 – 1961) dan Presiden Amerika Serikat ke 37 (1969 -1974). Ia merupakan presiden Amerika Serikat pertama yang mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran datang sebagai tanggapan atas ruwetnya skandal yang disebut “Skandal Watergate”. Ia mengumumkan berakhirnya Perang Vietnam yang telah menelan korban ribuan tentara AS (tewas 58.209, terluka 153.303) dan ratusan ribu korban tentara Vietnam Utara (tewas 230.000, terluka 300.000). Pengumuman itu secara tak langsung menjadi pengakuan Amerika bahwa mereka kalah perang di kancah Asia Tenggara.

Presiden Sukarno bersama presiden AS, David Dwight Eisenhower, di Washington DC. (Foto: 16 Mei 1956).
Eisenhower (14 Oktober 1890 – 28 Maret 1969) atau dikenal dengan nama panggilan “Ike” berasal dari tentara dan politikus Amerika. Ia menjabat Presiden Amerika Serikat ke 34 (1953 – 1961). Pada Perang Dunia II, ia adalah Panglima Tertinggi di Eropa dengan pangkat Jenderal Angkatan Darat.

Presiden Sukarno sedang berunding dengan Presiden AS, Eisenhower, pada tahun 1960 di Washington DC. (Foto: 6 Oktober 1960).

Bung Karno saat itu adalah salah satu dari 5 pemimpin negara netral (non blok) yang mensponsori resolusi PBB agar diadakan pertemuan antara Presiden Eisenhower (Presiden AS) dan Nikita Khruschev (Perdana Menteri “Uni Soviet” / Rusia) yang sedang mengalami ketegangan.

Presiden Sukarno tiba di bandara Karachi, Pakistan. Didampingi oleh Presiden Pakistan, Iskander Ali Mirza, Bung Karno tampak sedang memberi hormat, diapit oleh bendera Indonesia dan bendera Pakistan (Foto: 25 Januari 1958).

Iskander Ali Mirza (1899 – 1969), berpangkat Mayor Jenderal, adalah Presiden pertama negara Republik Islam Pakistan (23 Maret 1956 – 27 Oktober 1958).
Presiden Sukarno sedang disambut oleh Perdana Menteri Jepang, Kishi Nobusuke, di Tokyo, Jepang (Foto: 1958).

Kishi Nobusuke (1896 – 1987) adalah politisi Jepang yang menjadi Perdana Menteri Jepang ke 56 dan ke 57 (25 Pebruari 1957 – 12 Juni 1958, dipilih lagi sampai 19 Juli 1960).

Presiden Sukarno menjadi tamu kehormatan Kaisar Jepang, Hirohito, dan pangeran Akihito. Bung Karno dijamu makan siang di istana kekaisaran Jepang di Tokyo (Foto: 3 Pebruari 1958).

Hirohito (29 April 1901 – 7 Januari 1989) adalah kaisar Jepang yang ke 124. Dalam sejarah Jepang dia adalah Kaisar terlama yang memerintah (1926 – 1989) dan merupakan salah satu tokoh penting pada masa Perang Dunia II serta membangun Jepang kembali dari kehancuran akibat perang.

Akihito (lahir 23 Desember 1933) adalah kaisar Jepang yang ke 125 yang memerintah sejak tahun 1989, menggantikan ayahnya, kaisar Hirohito, yang meninggal dunia. Akihito adalah anak kelima dan putera pertama (7 bersaudara) dari Kaisar Hirohito.

Presiden Sukarno sedang bercakap-cakap dengan Presiden Kuba, Osvaldo Dorticos Torrado (kiri), dan Perdana Menteri Kuba, Fidel Castro (kanan) di Havana, Kuba (Foto: 9 Mei 1960).
Osvaldo Dorticos (17 April 1919 – 23 Juni 1983) adalah politikus Kuba yang menjadi presiden pada periode 17 Juli 1959 – 2 Desember 1976. Sesudah itu, Fidel Castro menggantikannya sebagai presiden. Fidel Castro (Fidel Alejandro Castro Ruz), lahir 13 Agustus 1926, adalah Presiden Kuba sejak 1976 hingga 2008. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Perdana Menteri atas penunjukkan pada Pebruari 1959. Karena mengalami sakit parah pada ususnya, maka pada tanggal 31 Juli 2006 ia menyerahkan tampuk pemerintahannya untuk sementara kepada Wakil Presiden pertama, Raul Castro, adik kandungnya. Lima hari sebelum mandatnya berakhir, tanggal 19 Pebruari 2008, Castro menyatakan tidak akan mencalonkan diri maupun menerima lagi masa bakti baru sebagai presiden maupun sebagai komandan Angkatan Bersenjata Kuba. Tanggal 24 Pebruari 2008, Majelis Nasional Kuba mengangkat secara resmi Raul Castro sebagai Presiden Kuba.
-
Presiden Sukarno berdiri berdampingan dengan 4 pemimpin negara Non Blok setelah mereka selesai mengadakan pertemuan. Dari kiri kekanan : Pandit Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India), Kwame Nkrumah (Presiden Ghana), Gamal Abdul Nasser (Presiden Mesir), Bung Karno, dan Tito (Presiden Yugoslavia).
Kelima pemimpin negara non blok ini mengadakan pertemuan yang menghasilkan seruan kepada Presiden AS, Eisenhower (Presiden AS) dan Perdana Menteri “Uni Soviet”/Rusia, Nikita Khruschev, agar mereka melakukan perundingan diplomasi kembali (Foto: 29 September 1960).

Jawaharlal Nehru (14 Nopember 1889 – 27 Mei 1964) yang juga dipanggil Pandit (Guru) Nehru, adalah pemimpin sayap sosialis Kongres Nasional India saat perjuangan kemerdekaan India dari Kerajaan Britania (Inggris) dan pada masa setelahnya. Dia menjadi Perdana Menteri India yang pertama saat kemerdekaan India pada tanggal 15 Agustus 1947, dan terus menjabat hingga kematiannya tahun 1964. Ia bekerja keras untuk memperbaiki India dan juga perdamaian dunia. Ia mendukung pembentukan PBB. Seorang sosialis yang keras. Nehru dianggap sebagai salah satu pemimpin dunia yang terkemuka.

Kwame Nkrumah (21 September 1909 – 27 April 1972) adalah seorang pejuang kemerdekaan, tokoh Pan-Africanist menjelang abad ke 20. Ia pendiri negara Ghaha dan menjadi presiden Republik Ghana yang pertama (1 Juli 1960 – 24 Pebruari 1966).

Gamal Abdul Nasser (15 Januari 1918 – 8 September 1970) adalah presiden kedua Mesir. Dia merupakan salah seorang negarawan Arab yang paling terkemuka dalam sejarah. Pada tahun 1952 Abdul Naser memimpin Angkatan Bersenjata Mesir dalam kudeta yang menggulingkan Raja Farouk I. Pada awal 1954, Nasser menangkap dan menahan presiden pertama Mesir, jenderal Muhammad Naguib, dan pada tanggal 25 Pebruari 1954 Nasser menjadi Presiden Mesir yang kedua. Pada masa pemerintahannya, Nasser membangkitkan Nasionalis Arab dan Pan Arabism, berhasil menasionalisasi terusan Suez yang ditentang oleh Perancis, Inggris dan Israel. Membangun bendungan Aswan dengan bantuan pemerintah Uni Soviet. Setelah kalah dalam Perang Enam Hari dengan Israel pada tahun 1967, Nasser ingin menarik diri dari dunia politik, namun rakyat Mesir menolaknya. Nasser sekali lagi memimpin Mesir dalam Peperangan 1969-1970 (War of Atrion). Nasser meninggal akibat penyakit jantung 2 minggu setelah peperangan usai pada 28 September 1970. Nasser digantikan oleh wakil presiden Anwar Sadat sebagai Presiden Mesir ke 3.
-
Josip Broz Tito (25 Mei 1892 – 4 Mei 1980) adalah pemimpin Yugoslavia hingga berakhirnya Perang Dunia II. Pada tanggal 14 Januari 1953 Tito dipilih oleh parlemen sebagai Presiden Yugoslavia dan menjabat sebagai presiden sampai tahun 1974 dan setelah itu ia diangkat menjadi Presiden Seumur Hidup hingga masa kematiannya pada tahun 1980. Tito menjadi salah satu penggerak negara-negara non Blok bersama Bung Karno dan presiden lainnya sebagai reaksi atas perang dingin antara blok Timur melawan blok Barat.

Presiden Sukarno dan Presiden Mesir Nasser mengangkat gelas dan menyentuhkan gelas ke gelas (toast) Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru, tuan rumah pada resepsi yang diadakan di “India House”, New York. Gelas mereka berisi “fruit punch” (Foto: 29 September 1960).

Presiden Sukarno berdiri bersama Perdana Menteri Uni Soviet (Rusia), Nikita Khrushchev disampingnya. Bung Karno sedang memberi keterangan pers setelah selesai pertemuannya selama 40 menit dengan Khruschvev (Foto: 6 Oktober 1960)

Nikita Sergeyevich Khrushchev (17 April 1894 – 11 September 1971) adalah seorang politikus Uni Soviet yang menjadi sekjen Partai Komunis Uni Soviet 1953 – 1964 dan menjadi Perdana Menteri Uni Soviet 1958 – 1964. Pada tahun 1964 ia dilengserkan oleh Partai Komunis dan digantikan oleh Leonid Brezhnev. Kebijakan-kebijakannya yang penting: 1955 mendirikan Pakta Warsawa, sebagai tandingan NATO, 1956 militer Uni Soviet mengintervensi Hungaria, 1956 mendukung Mesir selama Krisis Terusan Suez, memulai program angkasa Soviet yang berhasil mengirim satelit Sputnik dan kosmonot Yuri Gagarin ke luar angkasa, 1961 menyetujui pembangunan Tembok Berlin, 1962 menempatkan rudal-rudal nuklir di Kuba, sehinga memicu Krisis Rudal Kuba yang mengakibatkan memuncaknya ketegangan dengan Amerika.
-
-
Presiden Sukarno dan Presiden AS, Kennedy, duduk bersama di dalam mobil terbuka, sedang melewati pasukan kehormatan di pangkalan Angkatan Udara AS, MD. Bung Karno datang ke AS dalam rangka pembicaraan masalah insiden Kuba (Foto: 24 April 1961).

John Fitzgerald Kennedy (29 Mei 1917 – 22 Nopember 1963), sering disebut John F. Kennedy, John Kennedy, Jack Kennedy, atau JFK adalah Presiden Amerika Serikat yang ke 35, menggantikan Presiden Dwight D. Eisenhower. Dilantik menjadi Presiden pada tanggal 20 Januari 1961 pada usia 44 tahun. Ia menjadi Presiden AS termuda kedua setelah presiden AS, Thodore Rooservelt. Jabatan kepresidenannya terhenti setelah terjadi pembunuhan terhadap dirinya pada tahun 1963. Ia tewas oleh terjangan peluru saat melakukan kunjungan ke Dallas, Texas, dengan mobil terbuka, pada tanggal 22 Nopember 1963 (usia 46). Jabatan presiden kemudian diigantikan oleh Wakil Presiden, Lyndon B. Johnson.
-
Presiden Sukarno bersama Presiden AS, John F. Kennedy, dan Wakil Presiden AS, Lyndon B. Johnson (Foto: 25 April 1961).
Lyndon B. Johnson (27 Agustus 1908 – 22 Januari 1973) yang dijuluki LBJ adalah Presiden Amerika Serikat yang ke 36 (1963 – 1969). Sebelumnya adalah Wakil Presiden yang mendampingi Presiden Kennedy. Pada tahun 1963 ia menggantikan Kennedy yang tewas terbunuh. Karena menggantikan Presiden Kennedy, pada masa jabatan pertama ia tidak didampingi wakil presiden. Lalu setelah terpilih sebagai presiden tahun 1964, dalam menjalankan masa jabatan kedua ini ia didampingi oleh Wakil Presiden Hubert H. Humphrey.

-
Presiden Sukarno bersama Perdana Menteri Republik Rakyat Cina, Chou En-Lai, berada duduk di kapal menyusuri Sungai Nil di Kairo. Chou En Lai sedang mengamati sesuatu dan Bung Karno mencek jam di arloji. Kedua pemimpin ini sedang berada di Mesir, menunggu pembukaan Konprensi Asia Afrika yang akan diadakan di Aljazair (Foto: 7 Mei 1965)

Chou En-Lai (Zhou Enlai) – (5 Maret 1898 – 8 Januari 1976), adalah seorang negarawan penting di Republik Rakyat Cina dan menjabat sebagai Perdana Menteri Cina dari sejak kemerdekaan itu tahun 1949 sampai dengan meninggalnya tahun 1976.

Presiden Sukarno bersama Perdana Menteri Perancis, Pompidou (Foto: 1965).

Masa Akhir Soekarno

Begrafenis van Soekarno (1970) [Moluks Historisch Museum]

Begrafenis van Soekarno (1970) [Moluks Historisch Museum]

Powered by Blogger.